untuk dapat uang

untuk dapat uang.

Iklan
By defrikusumawardana

untuk dapat uang

linknya: http://androidmoneymachine.biz/p1094

header

Berikut Rincian Perolehan Komisi Member Free:

  1. Komisi Pribadi: Rp 150/kunjungan
  2. Komisi Kedalaman 1: Rp 50/kunjungan
  3. Komisi Kedalaman 2: Rp 50/kunjungan
  4. Komisi Kedalaman 3: Rp 50/kunjungan
  5. Komisi Kedalaman 4: Rp 50/kunjungan
  6. Komisi Kedalaman 5: Rp 50/kunjungan
By defrikusumawardana

PEMBELAJARAN

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Pembelajaran kooperatif juga harus didukung oleh langkah-langkah dan keterampilan yang melengkapinya. Langkah utama dalam pembelajaran kooperatif menurut Arends (dalam Karuru, 2001) ada enam langkah. Keenam langkah pembelajaran kooperatif dirangkum pada Tabel 1 berikut ini.

Tabel 1.     Kesejajaran Kegiatan Pembelajaran menurut Standar Proses dan

Langkah Umum Pembelajaran Kooperatif

Kegiatan Langkah-langkah Pembelajaran

Kooperatif

Aktivitas Guru
Pendahuluan Langkah -1

Menyampaikan tujuan dan motivasi

Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi peserta didik belajar.
Inti Langkah -2

Menyajikan informasi

Guru menyampaikan informasi pada peserta didik dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan.
Langkah -3

Mengorganisasikan peserta didik ke

dalam kelompok-kelompok belajar

Guru menjelaskan kepada peserta didik bagaimana caranya membentuk kelompok-kelompok belajar dan membentu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien.
Langkah -4

Membimbing kelompok bekerja

dan belajar

Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka.
Penutup Langkah -5

Evaluasi

Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.
Langkah -6

Memberikan penghargaan

Guru mencari cara menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu maupun kelompok

CONTOH KEGIATAN PEMBELAJARAN

BERDASARKAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF

 

Berikut ini ditampilkan beberapa contoh dari mata pelajaran (mapel) yang berbeda, yaitu mapel penjasorkes dan mapel IPA (fisika).

  • Mapel Penjasorkes dengan pendekatan pembelajaran kooperatif tipe Time Games Tournament (TGT)

Satuan Pendidikan : SMP Model

Mata Pelajaran        : Penjasorkes

Kelas/semester       : VII semester satu

Materi Pokok           : Senam Lantai

  1. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
No. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
1.1  Menghayati dan mengamalkan nilai-nilai agama yang dianut dalam melakukan aktivitas jasmani, permainan, dan olahraga, dicerminkan dengan:

  1. Pembiasaan perilaku berdoa sebelum dan sesudah pelajaran.
  2. Selalu berusaha secara maksimal dan tawakal dengan hasil akhir.
  3. Membiasakan berperilaku baik dalam berolahraga dan latihan.
  • Menjalankan doa sebelum dan sesudah pelajaran
  • Mencoba gerakan dengan sungguh-sungguh
  • Menggunakan pakaian dan sepatu olahraga ketika berolahraga
  • Bertanggung jawab dalam penggunaan sarana dan prasarana pembelajaran serta menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar.
  • Berhati-hati dalam melakukan gerakan
  • Menghargai setiap penampilan temannya
  • Menerima masukan dari teman atau guru
  • Menjalankan peraturan keselamatan dalam senam (menyadari ruang gerak, menjaga teman yang sedang melakukan)
3.6  Memahami konsep gabungan pola gerak dominan dalam bentukrangkaian keterampilan dasar senam lantai.
  • Menjelaskan cara melakukan rangkaian guling depan dengan benar
  • Menjelaskan rangkaian guling belakang dengan benar
  • Menjelaskan cara melakukan rangkaian guling lenting
4.6 Mempraktikkan gabungan pola gerak dominan menuju teknik dasar senam lantai dalam bentuk rangkaian sederhana
  • Mempraktikkan rangkaian gerakan guling depan dengan koordinasi yang baik
  • Mempraktikkan rangkaian gerakan guling belakang dengan koordinasi yang baik
  • Mempraktikkan rangkaian gerakan guling depan dan guling belakang dengan koordinasi yang baik

 

  1. Contoh kegiatan pendahuluan

Kegiatan pendahuluan mengacu pada standar proses yang meliputi:

  • menyiapkanpesertadidiksecarapsikisdanfisikuntukmengikuti proses pembelajaran;
  • memberimotivasibelajarpeserta didiksecarakontekstualsesuaimanfaat dan aplikasi materi ajar dalam kehidupan sehari-hari, dengan memberikan contoh dan perbandingan lokal, nasional dan internasional;
  • mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
  • menjelaskantujuanpembelajaranataukompetensidasaryangakan dicapai; dan menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.

Berkaitan dengan pembelajaran kooperatif yang akan digunakan sebagai metode/pendekatan pembelajaran, berikut ini dicontohkan kegiatan pendahuluan berdasarkan pendekatan pembelajaran kooperatif:

  • Menyiapkan peserta didik dalam barisan empat bersyaf melengkung (semua peserta didik dapat melihat guru)
  • Dipimpin berdoa untuk keselamatan dalam pembelajaran dan kebermanfaatan.
  • Mengecek kehadiran semua peserta didik dan menanyakan kesehatan mereka secara umum.
  • Menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada hari itu.

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan dapat:

  • Melakukan doa sebelum dan sesudah pelajaran
  • Menunjukkan perilaku tanggungjawab dalam keselamatan diri dan kelompoknya
  • Menunjukkan perilaku disiplin dalam menjalankan peraturan keselamatan
  • Menjelaskan cara melakukan rangkaian gerakan guling ke depan dengan benar
  • Menjelaskan cara melakukan rangkaian gerakan guling ke belakang dengan benar
  • Melakukan rangkaian gerakan guling ke depan dengan koordinasi yang baik
  • Melakukan rangkaian gerakan guling ke belakang dengan koordinasi yang baik
  • Menjelaskan pendekatan pembelajaran yang akan digunakan adalah pembelajaran kooperatif, dijelaskan terlebih dahulu: bahwa peserta didik akan belajar dalam kelompok kecil, mereka harus memiliki tanggung jawab terhadap keberhasilan kelompok.
  • Melakukan apersepsi (gerakan menggelinding) dengan membandingkan gerak benda dengan bentuk bulat, segi tiga, dan persegi. Menganalogikan gerakan benda yang dapat dilakukan manusia.
  • Melakukan pemanasan dalam bentuk bermain aksi reaksi, penguluran, pelemasan, penguatan diutamakan untuk otot-otot yang akan banyak digunakan untuk melakukan guling ke depan, guling ke belakang (sambil menjelaskan fungsi dari setiap gerakan). Dilakukan secara berpasangan.
  1. Contoh kegiatan inti

Tahap 1

Kegiatan satu:

  • Peserta didik dibagi dalam kelompok kecil 4–5 orang (putra/putri sendiri)
  • Setiap kelompok diminta mengidentifikasi gerakan dari benda dengan bentuk bulat, segitiga, dan persegi (dituangkan dalam lembar observasi) dalam waktu 5 menit.
Hal yang diamati Bulat Segitiga Persegi
Sifat benda Stabil/labil
Luas alas
Kesimpulan

Semua kelompok dikumpulkan, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil pengamatan. Lanjutkan dengan diskusi dan refleksi.

Kegiatan kedua:

Setiap anggota kelompok bergantian meniru gerakan benda berbentuk bulat (menggelinding) dengan mendapat dorongan dari temannya agar dapat bergerak. Teman yang tidak bertugas mengamati gerakan temannya (waktu 10 menit).

Fokus yang diamati Keterangan

(diisi dengan check (√))

Bentuk tubuh diawal gerakan Bulat

(………)

Mendekati bulat

(………)

Tidak bulat

(………)

Bentuk tubuh saat bergerak Bulat

(………)

Mendekati bulat

(………)

Tidak bulat

(………)

Bentuk tubuh diakhir gerakan Bulat

(………)

Mendekati bulat

(………)

Tidak bulat

(………)

Gerakan Mengelinding lurus (………) Menggelinding tidak lurus (………) Tidak menggelinding

(………)

Kesimpulan

Setiap kelompok mempresentasikan hasil pengamatan di depan kelompok lain. Diskusikan dan lakukan refleksi.

Tahap 2

Mengamati video gerakan guling ke depan dan guling ke belakang.

Peserta didik diminta mengamati (waktu 5 menit)

Fokus yang diamati Sikap awal Saat bergerak Sikap akhir
Dagu
Lutut
Tangan
Kaki

Simpulan: …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

  • Analisis hasil pengamatan terhadap teman di kelompok dengan hasil pengamatan pada tayangan video.
  • Presentasikan hasil analisis dan diskusikan.
  • Lakukan reflkesi bersama.

Tahap 3

  • Memperhatikan penjelasan cara membantu teman melakukan guling ke depan dan guling ke belakang.
  • Setiap peserta didik bergantian melakukan latihan gerakan guling ke depan sikap awal dari jongkok, dengan dibantu oleh temannya. Masing-masing melakukan tiga kali pengulangan (menyesuaikan jumlah peserta didik dan jumlah matras.
  • Peserta didik yang tidak melakukan atau membantu, bertugas mengamati gerakan yang dilakukan.
Fokus yang diamati Keterangan (isi dengan angka 1,2,3,4,5,6,7)
Tangan
Dagu
Lutut
Kaki

Keterangan:

  1. Kedua tangan yang bertumpu tidak tepat (dibuka terlalu lebar atau terlalu sempit, terlalu jauh atau terlalu dekat) dengan ujung kaki.
  2. Tumpuan salah satu atau kedua tangan kurang kuat, sehingga keseimbangan badan kurang sempurna, akibatnya badan jatuh kesamping
  3. Bahu tidak diletakkan di matras saat tangan dibengkokkan.
  4. Kedua tangan tidak menolak matras saat mengguling.
  5. Dagu terbuka sehingga tidak membentuk bulatan
  6. Lutut terlalu rapat sehingga dagu terbuka.
  7. Kedua kaki tidak ditolakkan saat mulai gerakan.
Masukan : …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

Pengamat         : ……………………………………….

Yang diamati  : ……………………………………….

  • Setiap peserta didik menyampaikan hasil pengamatan kepada peserta didik yang diamati, dengan santun.

Tahap 4

  • Lomba rangkaian guling ke depan dan guling ke belakang antar kelompok.
  • Tiap peserta didik akan berlomba dengan peserta didik dari kelompok lain sesuai urutan nomor tampil. (no urut 1 akan berlomba dengan no urut 1 dari kelompok lain).
  • Keterampilan guling ke depan dan guling ke belakang diamati dengan instrumen lembar observasi.

Skor kelompok adalah gabungan skor yang diperoleh dari setiap anggota kelompok. Sedangkan skor akhir setiap anggota kelompok adalah skor kelompok ditambah skor individu dibagi dua.

  1. Contoh kegiatan penutup

Mengacu pada standar proses, dalamkegiatanpenutup,gurubersamapeserta didikbaiksecaraindividual maupun kelompok melakukan refleksi untuk mengevaluasi:

–  Seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil yang diperolehuntukselanjutnyasecarabersamamenemukanmanfaat langsungmaupuntidaklangsungdarihasilpembelajaranyangtelah berlangsung;

  • memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
  • melakukankegiatantindaklanjutdalambentukpemberiantugas, baik tugas individual maupun kelompok; dan
  • menginformasikanrencanakegiatanpembelajaranuntukpertemuan berikutnya.

Berikut ini contoh kegiatan penutup dalam pembelajaran kooperatif:

  • Seluruh kelompok dikumpulkan, guru mengumumkan juaranya.
  • Dalam kelompok masing-masing peserta didik melakukan pendinginan dengan melakukan pijat berantai.
  • Peserta didik bersama guru menyimpulkan konsep gerakan mengguling
  • Memberi tugas kelompok: mencari bentuk-bentuk varisasi gerakan mengguling ke depan dan mengguling ke belakang.
  • Menyampaikan materi untuk pertemuan yang akan datang.
  1. Contoh kegiatan pengayaan dan/atau penguatan

Berdasarkan hasil observasi ditiap kelompok maka dapat diketahui peserta didik yang telah menguasai kompetensi dasar yang ditetapkan. Selanjutnya mereka diberi pengayaan dengan meningkatkan faktor kesulitan: untuk guling depan ditugaskan untuk mempelajari gerakan loncat harimau (tiger sprong), sedangkan untuk guling belakang di tingkatkan menjadi guling belakang menuju sikap lilin, atau guling belakang kaki split samping. Kegiatan pengayaan dapat dilakukan pada sore hari.

  1. Contoh kegiatan remidi

Berdasarkan hasil observasi ditiap kelompok maka dapat diketahui peserta didik yang belum menguasai kompetensi dasar yang ditetapkan. Selanjutnya mereka diberi tugas latihan untuk materi yang sama. Kegiatan remidi dapat dilakukan pada sore hari. Peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok kecil dengan jumlah 4–5 orang  secara heterogen

By defrikusumawardana